Malam selalu memburukuhingga ku terperangkap
dalam kesunyian yang pekat
setelah itu langit akan begitu bersemangat
menghajarku dengan tusukan-tusukan cahaya bintang yang indah tapi perih
Jagad raya pun lalu tertawa
melihatku terkapar dalam gelisah yang takut
Ya,
Semua seolah tau aku membeku,
diterjang badai kerinduan
Dan AQ mulai sadar
Segala pemujaan kadang adalah penghinaan
Waktu bisa menjawab meski kadang bukan jawaban
Tapi kamu tak membutuhkan Melangkah,
menembus waktu yang kian pengap
: air mata menetes di tempat berpesona,
di sana kamu berada
Seperti pagi ini, bunga bunga taman basah
Entah,
karena air hujan, embun, atau air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar