Wahai angin malam q slalu merindukannya walau ia terkadang tak
merindukan q, sampaikanlah kerinduan q lewat angin malam yang akan
menerpa wajahnya dan ceritakanlah keluh kesah hati ini yang slalu
mencintainya walau hanya setetes.
Wahai sang wanita dengarkanlah
isi hati q walau kau tak pernah ada dalam kerajaan cinta q, kan
kusimpan wajahmu, senyummu, yang membuat aq bisa melupakan dan mampu
menghapus semua kenangan yang pernah kulalui dengan kepedihan, hanya
engkaulah yang mampu menjadi penawar rasa sakitku yang telah terluka
selama ini.
Andai engkau mampu menemaniku sampai waktu yang
telah ditentukan oleh Sang Maha Esa, kukan slalu menjagamu dan
menemanimu sampai kapanpun, walau luka ini terasa sakit dan terasa
menyakitkan akan terobati dengan hadirnya engkau dalam surga hatiku,
kasih sejujurnya engkau bukanlah yang pertama dalam hidupku tetapi kau
adalah seseorang yang pertama mampu menembus benteng benteng kerajaan
cintaku yang slama ini slalu tersakiti oleh kenegan kenangan yang
membuat hatiku terluka.
Kuharap engkau mengerti atas apa yang
telah kutitipkan kerinduan lewat angin malam, dan rembulan akan menjadi
saksi atas apa yang kusampaikan padamu.............
dengarlah wahai
pujaan hatiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar